
Semarang – Kepercayaan kembali diberikan kepada pimpinan Prodi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2026–2030. Pelantikan tersebut resmi dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, menegaskan kesinambungan arah kebijakan sekaligus komitmen dalam mendorong akselerasi pengembangan program studi.
Pimpinan yang kembali dilantik adalah Dr. H. Ulin Ni’am Masruri, Lc., M.A. sebagai Ketua Program Studi dan Thiyas Tono Taufiq, S.Th.I., M.Ag. sebagai Sekretaris Program Studi. Keberlanjutan kepemimpinan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus mempercepat capaian strategis yang telah dirintis pada periode sebelumnya.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., dalam amanatnya menekankan pentingnya akselerasi dan tanggung jawab penuh bagi seluruh pejabat yang dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk menghadirkan kinerja nyata dan inovatif. “Seluruh pejabat yang dilantik hari ini harus mampu melakukan akselerasi dan menunjukkan tanggung jawab penuh dalam mengemban amanah,” ujarnya.
Civitas akademika Prodi Studi Agama-Agama UIN Walisongo turut menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar kepemimpinan yang berlanjut ini senantiasa diberi kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas.

Dengan pengalaman kepemimpinan sebelumnya, Prodi SAA optimistis dapat melanjutkan program prioritas, seperti mempertahankan akreditasi “Unggul”, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, perluasan kerja sama akademik di tingkat nasional dan internasional, serta akreditas internasioanl ACQUIN. Selain itu, penguatan nilai moderasi beragama dan ekeoteologi tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan keilmuan dan praktik akademik.
Ke depan, keberlanjutan nahkoda lama di periode baru ini diharapkan tidak hanya menjaga ritme capaian, tetapi juga menghadirkan lompatan kemajuan yang lebih signifikan. Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuludin dan Humaniora UIN Walisongo pun menatap periode 2026–2030 dengan optimisme untuk terus berkontribusi dalam membangun harmoni dan keberagaman di Indonesia. (*)
