
Den Haag, Belanda – (22/2/2025) Dosen Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Dr. Tafsir, M.Ag. yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, mendapat kehormatan menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Al-Hikmah, Den Haag, Belanda. Khutbah yang disampaikan di hadapan sekitar 700 jamaah dari berbagai negara tersebut menjadi bagian dari penguatan dakwah Islam moderat bagi komunitas Muslim di Eropa.
Dalam khutbahnya, Dr. Tafsir, M.Ag. mengangkat tema tentang hakikat puasa Ramadan serta keberkahannya dalam perspektif fikih dan spiritualitas Islam. Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang memiliki dimensi hukum sekaligus pembinaan akhlak dan ketakwaan.
Mengutip pandangan Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqh as-Sunnah, Dr. Tafsir menjelaskan bahwa puasa adalah menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, ia juga mengulas persoalan yang dihadapi umat Islam di negara-negara empat musim seperti Belanda, di mana panjang siang dan malam mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Menurutnya, para ulama telah memberikan solusi terhadap kondisi tersebut. Pertama, umat Islam dapat mengikuti waktu puasa negara Muslim terdekat yang memiliki durasi siang dan malam lebih proporsional. Kedua, mereka dapat mengikuti waktu puasa di Makkah atau Madinah sebagai rujukan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa syariat Islam memiliki fleksibilitas dalam menjawab persoalan kehidupan umat tanpa menghilangkan substansi ibadah.

Selain membahas aspek fikih puasa, Dr. Tafsir, M.Ag. juga mengajak jamaah menyambut Ramadan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Mengutip Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, ia menjelaskan bahwa keberkahan Ramadan tidak hanya bermakna bertambahnya nikmat, tetapi juga meningkatnya kebahagiaan (ziyadat al-sa’adah) dan bertambahnya kebaikan (ziyadat al-khair).
Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas hubungan manusia dengan Allah sekaligus memperbanyak amal saleh. Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 185, Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, setiap Muslim hendaknya menyambut bulan suci dengan semangat ibadah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas spiritual.
Kegiatan dakwah di Masjid Al-Hikmah juga menjadi kesempatan untuk berdialog dengan pengurus masjid mengenai perkembangan komunitas Muslim Indonesia di Belanda. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Tafsir, M.Ag. berdiskusi dengan KH. Hasyim mengenai berbagai program dakwah dan pendidikan Islam yang terus dikembangkan bagi masyarakat Muslim di Eropa.
Pengurus Masjid Al-Hikmah juga menyampaikan harapan agar Muhammadiyah dapat berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini melalui pendirian taman kanak-kanak berbasis Islam. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keislaman bagi generasi Muslim yang tumbuh di tengah masyarakat multikultural.
Bagi Program Studi Studi Agama-Agama UIN Walisongo Semarang, keterlibatan Dr. Tafsir, M.Ag. dalam forum internasional tersebut mencerminkan kontribusi nyata sivitas akademika dalam mengembangkan dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat global. Pengalaman ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kajian keislaman yang dikembangkan di lingkungan akademik mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan keagamaan yang dihadapi masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia.
Melalui khutbahnya di Den Haag, Dr. Tafsir, M.Ag. menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menghadirkan kemudahan (taysir) dan rahmat bagi seluruh alam. Nilai-nilai universal Islam tetap dapat diamalkan secara kontekstual di mana pun umat Islam berada, termasuk di negara-negara dengan kondisi geografis dan sosial yang berbeda, tanpa mengurangi esensi ajaran agama.
